Invest Your Focus On The Right Place

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Tuesday, 17 March 2020.

Invest our focus on the right place

Kalimat ini mendadak muncul saat ngobrol dengan anakku. Entah karena banyak hal ga penting yang muncul dalam dinamika hidup kami belakangan ini, atau karena berita-berita pandemic Covid19 yang ga jelas mana data mana hoax. 

Walau hanya dengan video call jarak jauh Toronto - Jakarta, kami bahas dari satu hal ke hal lain, berganti-ganti topik sambil tertawa sendiri. Too much stuffs hanging there in our mind (yang) ga penting banget :-D

Salah satunya adalah case Pandemic Covid19 belakangan ini. Pada awal-awal munculnya Covid19, yang waktu itu masih disebut sebagai Coronavirus, saya terus ikuti berita demi berita, khususnya yang masuk ke whatsapp group demi group. Penting, karena saat itu kami masih dalam persiapan untuk training Coaching Mastery di Bali (yang rencananya di tengah Maret ini tapi kemudian mundur ke bulan Juli yang akan datang). Lalu si virus ini terus menyebar jadi epidemi, dan sekarang WHO menyatakan resmi sebagai pandemic Covid19.

Lalu, apakah hari-hari kita hanya dilalui dengan berita dan kekhawatiran? Apalagi ada yang sampai debat pro dan kontra berbagai kebijakan pemerintah. Makin ga jelas.

Tarik nafas sejenak dan kemudian berpikir, kemana sebenarnya kita investasikan fokus ini. Terlalu berharga bila hanya membaca berita pada HP di tangan, via WA terutama. Lalu khawatir dan waswas, teruskan lagi membaca dan larut terus hanyut membaca, seakan pandemic itu akan berakhir bila dibaca habis.

Why People Lie?

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Sunday, 19 January 2020.

Why People Lie?

Hampir setiap kali saya menjelaskan tentang gerak bola mata (eyes accessing cues) di Meta-NLP Practitioner, peserta bertanya bagaimana mendeteksi orang yang sedang bohong. Karena menurut teori, kalau bola mata bergerak ke kiri berarti sedang mengingat (recall memory) dan ke kanan berarti imajinasi (construct). Dengan asumsi kalau hal yang ditanyakan adalah mengenai masa lalu, maka seyogyanya orang tersebut melihat ke kiri. Kalau orang tersebut mengakses ke kanan, maka jawaban yang diberikan adalah rekayasa, alias bohong. Benarkah?

Saya tidak pernah ada kata 'bohong' dalam kamus. Menurut saya, setiap orang baik adanya. Namun tidak bisa dipungkiri juga, bahwa ada saja orang-orang yang berkata tidak sesuai dengan fakta yang ada. Bukankah itu berbohong?

Lalu apa yang menyebabkan seseorang berbohong? Saya amati beberapa kejadian dimana orang yang berkata-kata tidak sesuai dengan fakta. Ada 2 faktor psikis yang menyebabkannya:

Pelita

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 21 October 2019.

Pelita

Tahun 2006, saat mengunjungi Grace Cathedral San Fransisco, saya ingin pasang lilin dan berdoa di gereja tersebut. Gereja-gereja Katolik pada umumnya memiliki ruang untuk pasang lilin dan berdoa. Gereja ini menempatkan tempat berdoa ini di pojok kanan dekat pintu masuk. Tempat pasang lilin untuk berdoa di sini adalah berupa gelas-gelas kaca dengan minyak di dalamnya, dimana mengapung gabus tipis dan sumbu yg diikatkan ke gabus tipis tersebut. Gelas-gelas ini sudah ada di tempat yg disusun berjenjang, bertingkat sedemikian rupa hingga hanya ada satu gelas di tempat teratas dan satu di tempat terbawah.

 

Saat itu, maksud hati ingin pasang di tempat tertinggi, biar pelita saya terang benderang. Namun apa daya gelas di tempat tertinggi sudah menyala, hanya tersisa tempat terbawah saja, di lekukan bawah yg sejajar dengan meja. Jadi gelas pelita terbawah ini akan tertutup oleh meja bila dilihat dari jauh. Tidak akan terlihat. Apa boleh buat, saya terpaksa menyalakan pelita di lekuk terbawah tersebut, satu-satunya yang tersisa. Berdoa dan kemudian jalan keliling ruang gereja.

 

Gereja ini bangunan kuno tinggi, dimana ada aula besar tinggi utk misa di tengah dengan altar di ujungnya, dipisahkan oleh pilar-pilar besar dengan koridor panjang di sisi kiri dan kanan. Tempat pelita tadi ada di ujung sisi kanan dekat pintu masuk. Setelah berdoa, saya mulai berjalan keliling mulai dari sisi kiri di sebrang, menikmati relief dan lukisan yg terdapat di tembok sisi kiri tersebut. Lalu berbelok kanan menuju altar, menikmati altar sejenak dan kemudian belok kanan lagi akan berjalan di koridor kanan. Saat saya siap berjalan, mata saya terantuk pada cahaya terang di ujung sana.. tempat pelita-pelita tadi.

Why METAMIND?  read