Komunikasi vs Komunikatif

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 29 August 2016.

Komunikasi vs Komunikatif

Sejak kecil kita belajar komunikasi dan berusaha komunikatif.  Tangis adalah satu-satunya cara yang diketahui oleh seorang bayi untuk ekspresikan dirinya berkomunikasi dengan orang lain. Lalu bergumam, tangan mulai menggapai dan menyentuh, itu adalah cara sederhana berkomunikasi yang diketahui dan dilakukan saat kita masih bayi. Jadi sebenarnya kalau kita simak, setiap manusia sudah berusaha komunikatif sejak kecil walaupun belum tahu bagaimana berkomunikasi yang baik.

 

Lalu kemudian secara sadar kita diajari berucap oleh orang tua kita. Kita mulai berkomunikasi dengan bahasa yang dipahami oleh orang banyak dan umum, lengkap dengan tata krama mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan menurut norma keluarga, norma sosial, norma budaya, norma agama dan norma-norma lainnya. Anehnya, semakin banyak belajar komunikasi, semakin banyak orang yang tidak komunikatif.

Komunikasi Error

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Wednesday, 03 August 2016.

Komunikasi Error

Ada berita gembira yang mau anda sampaikan. Begitu seberang sana jawab telpon, langsung anda ‘serbu’ dengan  banyak kata yang berpacu dengan perasaan gembira plus antusias. Yang di seberang sana sama sekali tidak mengerti apa yang mau anda sampaikan, karena lafal yang begitu cepat berpacu dengan nafas menggebu. Anda mengulang lagi, berusaha jelaskan sambil timbul dongkol ingin agar segera disambut juga dengan gembira, tapi di seberang sana malah klarifikasi apa yang anda maksudkan. Alhasil perasaan gembira berubah menjadi dongkol seketika, merasa ga disambut, merasa orang di sebrang sana kok ribet banget gitu saja ga ngerti, lalu tanpa sadar keluar umpatanmu kecil tapi terdengar di sebrang sana. Sebrang sana mulai menunjukkan nada tak senang, gayung bersambut dengan ketidaksabaran anda plus dongkol plus merasa kok disambut dengan nada demikian. Akhirnya .. banting telpon.

Komunikasi error. Pernah alami itu?

 

Emosi? Bukan Masalah.

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Tuesday, 26 July 2016.

Emosi? Bukan Masalah.

Beberapa tahun lalu saya pernah tulis tentang 'Well-Formed Problem'. Istilah ini muncul sebagai antagonis dari 'Well-Formed Outcome' yang dipelajari di NLP Practitioner untuk perencanaan target alias goal setting.

Sore ini mendadak terlintas istilah tersebut dan serta merta jari ini langsung 'menari' di atas HP-ku sambil duduk di cafe. Pikiranku melanglang ke saat-saat sertifikasi GTMC (Group & Team Meta Coach) oleh Michael Hall di Jakarta akhir Feb 2016 lalu. 

'Emotion is never the problem. It is just the symptom' ..itu ucapannya beberapa kali baik di kelas maupun saat santai 'nge-wine' malam hari sambil bahas beberapa keadaan. Emosi merupakan gejala, bukan masalah. 

Why METAMIND?  read