Our Articles

Persepsi

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Monday, 28 March 2016.

Persepsi

Setiap orang punya persepsi, karena kita berespon terhadap persepsi. Ketika kita berbicara, kita berharap orang lain mengerti persepsi kita atau maksud kita. Namun tidak jarang terjadi salah persepsi.

Persepsi adalah apa yang kita pikirkan. Pada saat berkomunikasi, kita berusaha untuk menyampaikan apa yang ada di pikiran kita kepada orang lain.  Komunikasi yang tidak jelas bisa menimbulkan salah persepsi. Untuk itu lakukanlah komunikasi dengan jelas.

Selain dari komunikasi, persepsi juga datang dari sebuah kejadian. Jika dalam komunikasi ada salah persepsi, maka dari sebuah kejadian, bisa terjadi prasangka. Yang berpikir positif akan melihat sebuah kejadian secara positif. Sebaliknya yang berpikir negatif akan melihat sebuah kejadian secara negatif.

Persepsi adalah internal sinema kita. Persepsi seseorang bisa dipengaruhi oleh pengalaman., baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Misalnya: ketika beberapa orang diminta menggambarkan tentang buah apel, maka akan muncul gambaran yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan: merah, hijau, manis, asem, atau bahkan upacara.

Atau ada orang tersenyum. Persepsi orang terhadap orang yang tersenyum juga akan berbeda. Mungkin ada mempersepsikannya dengan:  ramah, menyindir, ada maunya, dan sebaginya.

Untuk itu kita perlu mengelola persepsi, yakni dengan senantiasa berpikir “apa adanya”, bukan “ada apanya”. Jika muncul persepi “ada apanya’ lakukanlah klarifikasi.   Jangan banyak melakukan judgment terhadap perkataan orang, atau kejadian yang Anda lihat. See what you see, and hear what you hear. Hati-hati dengan persepsi dan pikiran.

 

About the Author

Mariani Ng

Mariani Ng

She is a Founder of PT. METAMIND Tata Cendekia and the first woman in ASIA who is certified and licensed trainer of  NLP – NS trainings to provide International Certification of Meta-NLP Practitioner, International Certification of Master Practitioner.

Click here for detail

Why METAMIND?  read