Our Articles

Jargon-jargon NS NLP (2)

Written by Mariani Ng Posted in Mariani Ng on Tuesday, 12 July 2016.

Jargon-jargon NS NLP (2)

Orang yang baru pertama kali pelajari NLP dan Neuro-Semantics akan kebingungan. Banyak jargon-jargon (terminologi)nya. Bisa jadi memang itu ciri khas NLP, bisa jadi juga memang setiap ilmu memiliki terminologinya sendiri, bisa jadi juga .. biar keren.

Melalui penulisan ini, saya ingin menterjemahkan jargon-jargon tersebut dengan bahasa awam pada umumnya, entah bahasa gaul, bahasa Indoenglish, bahasa Indonesia yang baik dan benar, ataupun dengan analoginya. Karena menurut pendapat saya (dari dulu), NLP bukanlah kapsul ajaib. NLP dan Neuro-Semantics bukanlah sesuatu hal yang baru. NS-NLP membahas tentang manusia, perilaku manusia yang bisa dan sering kita jumpai setiap hari-hari.

Hanya saja NS-NLP memberikan teorinya, men-teori-kan konsep pikiran dan perilaku yang kita alami setiap hari. Lalu dikatakan sebagai MODELLING of EXCELLENCE. Karena dengan mengetahui teorinya, kita bisa mengenali struktur-struktur pikiran dan perilaku seseorang, termasuk yang dikatakan 'Excellence (yang terbaik)'. Dengan mengetahui strukturnya, maka berarti kita bisa me'restrukturisasi'. Sehingga lumrah saja bila kita bisa meng-imitasi (modelling) hal-hal yang terbaik.

Karena itu saya susun catatan-catatan yang sekaligus diharapkan bisa menjadi semacam 'kamus' lengkap buat yang ingin tahu tentang NS-NLP. Tulisan ini akan saya susun per abjad.

Anchor

Anak yang pernah dipukul dengan rotan dan merasa kesakitan akan memiliki kesan yang tidak menyenangkan tentang rotan. Cukup dengan mengatakan 'mau dirotan' saja, anak tersebut akan ketakutan karena langsung ingat sakitnya dipukul dengan rotan.
Dalam NS-NLP : Rotan memberi 'ANCHOR' sakit bagi anak tersebut.

Seorang ibu baru mau tidur ketika tiba-tiba merasakan gempa dan beberapa saat kemudian rumahnya kebanjiran air yang semakin tinggi dan semakin tinggi pada bencana tsunami di Aceh akhir tahun 2004. Akibatnya, ibu yang malang tersebut tidak berani memejamkan mata walau sudah diungsikan ke rumah anaknya di Jakarta. Hampir 3-4 hari beliau tidak bisa tidur. Ketika fisiknya mulai melemah, kelopak matanya mulai lelah dan mau menutup, tiba-tiba dia bisa terhenyak dan menahan pekik seakan-akan ada gempa. Mata yang terpejam meng-ANCHOR-nya pada gempa bumi di Aceh yang disusul dengan air pasang yang membanjiri.

Di kantor-kantor sering dipajang poster-poster motivasi dan 'team-work'. Tujuannya adalah agar gambar-gambar tersebut akan meng-ANCHOR kita pada semangat yang sama.

Bagaimana terbentuknya ANCHOR?

Anchor terbentuk ketika kita memberi stimulus pada sensori kita, sengaja maupun tidak.

About the Author

Mariani Ng

Mariani Ng

She is a Founder of PT. METAMIND Tata Cendekia and the first woman in ASIA who is certified and licensed trainer of  NLP – NS trainings to provide International Certification of Meta-NLP Practitioner, International Certification of Master Practitioner.

Click here for detail

Why METAMIND?  read